FOKO
Inilah copy ST Kasad No. 1409/2010 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 15 August 2010 09:13

ST Kasad yang menghebohkan, terutama bagi para Purnawirawan dan Warakawuri serta Pensiunan PNS penghuni KPAD, akhirnya dapat dimuat di sini, silahkan di-simak baik-baik. Ternyata setelah diteliti bersama beberapa teman, ST ini adalah palsu, terbukti dari tanda tangan Kasad yang berbeda samasekali dengan tandatangan beliau sewaktu menjadi kasdam Jaya.Demikian pula dengan cap TNI Ad yang juga dipalsukan.
Mudah-mudahan yang berwenang dapat menemukan oknum yang telah membuat resah banyak orang, dan menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

Last Updated on Thursday, 19 August 2010 07:15
Read more...
 
ST Kasad No. 1409/2010 PDF Print E-mail
Written by Triyono   
Saturday, 14 August 2010 04:56

Baru saja saya dapat sms dari teman yang isinya adalah tentang ST Kasad nomor 1409/2010 tanggal 9 Agustus 2010, yang isinya antara lain tentang peringatan bagi para prajurit/PNS yang pensiun sebelum tahun 2010 tidak diizinkan untuk memperpanjang SIP dan selanjutnya rumah dinas diserahkan kepada TNI AD cq Kesatuan Masing-2 dan diberikan tenggang waktu 5 bulan sudah mengembalikan. Maka ST Kasad yang mengizinkan purnawirawan/warakawuri sampai ybs meninggal duniadinyatakan tidak berlaku lagi. Ditandatangani oleh Kasad Jenderal George Toissuta.

Segera setelah membaca sms tersebut, saya lalu "searching" ke internet untuk mencari ST Kasad tersebut. Namun sayang tidak menemukan.  Info dari teman se komplek mengatakan bahwa dia telah punya fotocopynya. Saya sendiri sampai tulisan ini dimuat, belum sempat melihat fotocopy ST tersebut.

ST ini bisa benar, dalam artian memang dikeluarkan oleh TNI AD, bisa juga dibuat oleh tangan yang usil dan tidak bertanggungjawab. Bila benar adanya, maka alangkah naifnya hal tersebut. bagaimana bisa mengusir sekian banyak penghuni KPAD dalam waktu 5 bulan? Bila ini dlaksanakan pastilah dengan kekerasan sebagaimana yang telah pernah terjadi. Rupanya sudah menjadi pola, seperti halnya para pedagang kakilima yang digusur oleh para Satpol PP. Bedanya di sini nanti yang menggusur adalah anggota militer aktif, dan yang digusur para purnawirawan/pensiunan dan warakawuri yang sudah tidak berdaya. Kita tunggu saja kebenarannya.

Bila asumsi kedua yang terjadi - yaitu dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab, maka juga sangat disesalkan, karena telah membikin resah para warga yang akan terkena dampaknya. Bila asumsi ini benar semoga oknum yang usil tadi bisa ditindak, atau paling tidak segera ada pernyataan resmi dari TNI AD bahwa yang tersebar tersebut tidak benar.

Demikian berita yang kiranya perlu kita waspadai, untuk bahan renungan.

 
Ekonomi Konstitusi di Indonesia PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 July 2010 11:51

Ini adalah judul dari presentasi Ibu Aviliani SE. MSi,  yang diundang oleh FOKO untuk diskusi tentang arah pengembangan ekonomi Indonesia, di kantor FOKO tanggal 28 Juli 2010. Berikut ini awal dari presentasi beliau: 

Dalam berbagai analisis maupun publikasi, kontruksi konstitusi dari sisi politik lebih kencang mengalir daripada pada sisi ekonominya. Padahal, studi tentang konstitusi dari sisi ekonomi dapat menjembatani kesenjangan antara demokrasi ekonomi dan demokrasi politik dalam perspektif demokrasi konstitusional.

Nilai strategis konstitusi ekonomi begitu penting mengingat kebijakan ekonomi nasional dan daerah selama ini didominasi oleh pendekatan ekonomi.

Dalam cakupan yang demikian selama ini konstitusi belum dijadikan rujukan sistem perekonomian nasional. Memang selama ini, pengutikan teradap beberapa pasal, misal Pasar 33 dan Pasal 34 hanya sebagai formalitas semata, sedangkan praktik-praktiknya dalam kehidupan sehari-hari cenderung jauh dari rujukan yang ada.

Konstitusi ekonomi akan memuat kebijakan ekonomi yang memberikan arah bagi perkembagan ekonomi suatu negara. Kondisi tersebut menjelaskan bahwa konstitusi ekonomi bertujuan untuk menciptakan ekonomi konstitusi perekonomian yang konstitusional

 

Bagi yang tertarik untuk membaca secara lengkap, berikut ini adalah file yang bisa diunduh:  Materi presentasi Ibu Aviliani.

Last Updated on Wednesday, 28 July 2010 23:34
 
INDONESIA NEGARA BESAR DAN BERDAULAT PDF Print E-mail
Written by Saiful Sulun   
Friday, 23 July 2010 13:46

Presiden Susilo Bambang Yudoyono meyakinkan AS bahwa TNI tidak akan lagi melakukan pelanggaran HAM dalam setiap penugasannya, serta akan turut mengawal pelaksanaan reformasi TNI hingga benar-benar berjalan dengan baik dan tidak ada lagi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Prajurit TNI. Berita ini agak lucu sekaligus membuat geram. Mengapa Presiden perlu meyakinkan AS? Apakah RI ini dibawah kontrol AS? RI ini adalah negara besar dan berdaulat. AS membutuhkan RI. Antara lain AS mengharapkan peranan RI dalam hubungan AS dengan negara-negara Islam. Kita juga membutuhkan AS tetapi dalam posisi negara berdaulat bukan dibawah kontrol bangsa lain. TNI berupaya untuk tidak melanggar HAM bukan takut kepada AS, tetapi takut kepada rakyatnya sendiri. Rakyat adalah kekuatan TNI oleh karena itu TNI tidak akan menyakiti rakyat. Begitu pula TNI melakukan reformasi internal bukan takut kepada AS tapi karena :

1. Amanah reformasi

2. Atas kesadaran TNI sendiri untuk memperbaiki diri/tidak mengulangi kesalahan TNI di masa lalu.

AS membutuhkan TNI demi stabilitas Asia Tenggara. TNI juga membutuhkan bantuan AS tapi bukan dalam posisi dibawah kontrol Amerika. 

 
Perkembangan Asia Timur Penuh Tantangan Bagi Indonesia PDF Print E-mail
Written by Sayidiman Suryohadiprojo   
Sunday, 09 May 2010 12:48

Jakarta, 10 Mei 2010

China Sumber Perkembangan Dinamis Asia Timur

 

Selama satu minggu saya sempat berada di China bagian Selatan, khuusnya di kota-kota Macau, Shenzhen dan Hongkong. Ini bagi saya bukan kunjungan pertama ke kota-kota itu. Yang bagi saya amat menimbulkan kesan yang kuat adalah apa yang saya lihat di Shenzhen. Macau dari dulu adalah kota judi yang dikuasai Portugal, sedangkan Hongkong kota dagang yang dikuasai Inggeris, sebelum kembali bergabung dengan China. Dua kota itu tetap menunjukkan kegiatan yang dikenal sebelumnya, hanya sekarang sudah kembali dalam kekuasaan China. Sekalipun masih dalam status one nation two systems, yaitu secara kedaulatan masuk negara Republik Rakyat China, tetapi masih melanjutkan system pemerintahan yang mereka alami dalam kekuasaan penjajah Inggeris dan Portugal. Satu saat tentu juga ini berakhir dan Hongkong serta Macau sepenuhnya mengikuti system yang sama dengan bagian lain China.

Read more...
 
«StartPrev123NextEnd»

Page 2 of 3