Parpol Koalisi Demokrat Marah, Itu Sandiwara Politik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 13 May 2009 03:32
Rabu, 13 Mei 2009 | 09:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai-partai koalisi pendukung Partai Demokrat kecewa atas pilihan Susilo Bambang Yudhoyono meminang Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai pendamping. Mereka memandang bahwa Demokrat melakukan pilihan sepihak tanpa berkomunikasi dengan partai pendukung.

Apakah mereka benar-benar kecewa?  "Saya tidak mengerti kenapa parpol-parpol itu marah. Bukankah mereka sejak awal sudah memberi sinyal kepada SBY untuk menggunakan hak prerogratifnya memilih pendamping,"ujar pengamat politik J Kristiadi dalam perbincangan dengan Kompas,com, Rabu (13/5).

Semalam, perwakilan empat partai politik pendukung Partai Demokrat berkumpul di Hotel Nikko Jakarta untuk menentukan sikap, terkait keputusan SBY untuk meminang Boediono menjadi calon wakil presidennya. Keempat partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kristiadi khawatir, "kemarahan" parpol-parpol koalisi demokrat ini hanya sandiwara untuk menaikan posisi tawar politik guna mendapat jatah kursi lebih banyak di kabinet. "Selain itu, saya juga khawatir jangan-jangan ada kelompok lain yang bermain, misalnya mungkin Gerindra mulai mendekati mereka dan memberi tawaran yang lebih menarik dan partai-partai ini mencari alasan untuk bisa hengkang dari koalisi dengan Demokrat" ucapnya.

Last Updated on Wednesday, 13 May 2009 03:56