Opini
MEMBANGUN SIKAP EFEKTIF MNJADI BUDAYA BANGSA PDF Print E-mail
Written by Sayidiman Suryohadiprojo   
Wednesday, 04 April 2012 22:57

Sikap Efektif adalah kemampuan untuk selalu dapat mencapai Tujuan atau menghasilkan sesuatu yang ditetapkan. Masyarakat yang mempunyai sifat itu (to get things done) adalah Masyarakat Efektif, . Sifat yang belum ada sepenuhnya di Indonesia. Kita begitu sering mengalami rencana-rencana bagus tidak diimplementasikan untuk menjadi kenyataan. Kemampuan dan semangat implementasi masih kurang kuat di Indonesia.

Memang menjadi masyarakat Efektif memerlukan kebiasaan-kebiasaan yang masih belum cukup ada secara luas dan mendalam di kehidupan masyarakat Indonesia.

Kebiasaan pertama adalah mewujudkan hal-hal yang telah ditetapkan, terutama yang ditetapkan orang itu sendiri. Jadi jangan puas dengan membuat gagasan atau rencana yang bagus, melainkan ingin melihat gagasan dan rencana itu menjadi kenyataan. Dan ada kesadaran bahwa hanya dengan perbuatan atau tindakan gagasan dan rencana itu menjadi kenyataan. Sekarang masih terlampau sering gagasan dan rencana yang bagus dan bahkan sudah lama dibicarakan tidak dilanjutkan dengan usaha menjadikannya kenyataan. Yang paling tragis adalah Pancasila yang dijadikan Dasar Negara dan diakui sebagai Jatidiiri bangsa Indonesia , sejak 1945 belum diusahakan menjadi kenyataan di kehidupan bangsa Indonesia yang nyata. Terus saja diomongkan tanpa ada usaha serieus untuk menjadikannya kenyataan.

Read more...
 
ST Kasad No. 1409/2010 PDF Print E-mail
Written by Triyono   
Saturday, 14 August 2010 04:56

Baru saja saya dapat sms dari teman yang isinya adalah tentang ST Kasad nomor 1409/2010 tanggal 9 Agustus 2010, yang isinya antara lain tentang peringatan bagi para prajurit/PNS yang pensiun sebelum tahun 2010 tidak diizinkan untuk memperpanjang SIP dan selanjutnya rumah dinas diserahkan kepada TNI AD cq Kesatuan Masing-2 dan diberikan tenggang waktu 5 bulan sudah mengembalikan. Maka ST Kasad yang mengizinkan purnawirawan/warakawuri sampai ybs meninggal duniadinyatakan tidak berlaku lagi. Ditandatangani oleh Kasad Jenderal George Toissuta.

Segera setelah membaca sms tersebut, saya lalu "searching" ke internet untuk mencari ST Kasad tersebut. Namun sayang tidak menemukan.  Info dari teman se komplek mengatakan bahwa dia telah punya fotocopynya. Saya sendiri sampai tulisan ini dimuat, belum sempat melihat fotocopy ST tersebut.

ST ini bisa benar, dalam artian memang dikeluarkan oleh TNI AD, bisa juga dibuat oleh tangan yang usil dan tidak bertanggungjawab. Bila benar adanya, maka alangkah naifnya hal tersebut. bagaimana bisa mengusir sekian banyak penghuni KPAD dalam waktu 5 bulan? Bila ini dlaksanakan pastilah dengan kekerasan sebagaimana yang telah pernah terjadi. Rupanya sudah menjadi pola, seperti halnya para pedagang kakilima yang digusur oleh para Satpol PP. Bedanya di sini nanti yang menggusur adalah anggota militer aktif, dan yang digusur para purnawirawan/pensiunan dan warakawuri yang sudah tidak berdaya. Kita tunggu saja kebenarannya.

Bila asumsi kedua yang terjadi - yaitu dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab, maka juga sangat disesalkan, karena telah membikin resah para warga yang akan terkena dampaknya. Bila asumsi ini benar semoga oknum yang usil tadi bisa ditindak, atau paling tidak segera ada pernyataan resmi dari TNI AD bahwa yang tersebar tersebut tidak benar.

Demikian berita yang kiranya perlu kita waspadai, untuk bahan renungan.

 
INDONESIA NEGARA BESAR DAN BERDAULAT PDF Print E-mail
Written by Saiful Sulun   
Friday, 23 July 2010 13:46

Presiden Susilo Bambang Yudoyono meyakinkan AS bahwa TNI tidak akan lagi melakukan pelanggaran HAM dalam setiap penugasannya, serta akan turut mengawal pelaksanaan reformasi TNI hingga benar-benar berjalan dengan baik dan tidak ada lagi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Prajurit TNI. Berita ini agak lucu sekaligus membuat geram. Mengapa Presiden perlu meyakinkan AS? Apakah RI ini dibawah kontrol AS? RI ini adalah negara besar dan berdaulat. AS membutuhkan RI. Antara lain AS mengharapkan peranan RI dalam hubungan AS dengan negara-negara Islam. Kita juga membutuhkan AS tetapi dalam posisi negara berdaulat bukan dibawah kontrol bangsa lain. TNI berupaya untuk tidak melanggar HAM bukan takut kepada AS, tetapi takut kepada rakyatnya sendiri. Rakyat adalah kekuatan TNI oleh karena itu TNI tidak akan menyakiti rakyat. Begitu pula TNI melakukan reformasi internal bukan takut kepada AS tapi karena :

1. Amanah reformasi

2. Atas kesadaran TNI sendiri untuk memperbaiki diri/tidak mengulangi kesalahan TNI di masa lalu.

AS membutuhkan TNI demi stabilitas Asia Tenggara. TNI juga membutuhkan bantuan AS tapi bukan dalam posisi dibawah kontrol Amerika. 

 
Perkembangan Asia Timur Penuh Tantangan Bagi Indonesia PDF Print E-mail
Written by Sayidiman Suryohadiprojo   
Sunday, 09 May 2010 12:48

Jakarta, 10 Mei 2010

China Sumber Perkembangan Dinamis Asia Timur

 

Selama satu minggu saya sempat berada di China bagian Selatan, khuusnya di kota-kota Macau, Shenzhen dan Hongkong. Ini bagi saya bukan kunjungan pertama ke kota-kota itu. Yang bagi saya amat menimbulkan kesan yang kuat adalah apa yang saya lihat di Shenzhen. Macau dari dulu adalah kota judi yang dikuasai Portugal, sedangkan Hongkong kota dagang yang dikuasai Inggeris, sebelum kembali bergabung dengan China. Dua kota itu tetap menunjukkan kegiatan yang dikenal sebelumnya, hanya sekarang sudah kembali dalam kekuasaan China. Sekalipun masih dalam status one nation two systems, yaitu secara kedaulatan masuk negara Republik Rakyat China, tetapi masih melanjutkan system pemerintahan yang mereka alami dalam kekuasaan penjajah Inggeris dan Portugal. Satu saat tentu juga ini berakhir dan Hongkong serta Macau sepenuhnya mengikuti system yang sama dengan bagian lain China.

Read more...
 
Budaya TNI bersumber pada Jati Diri TNI PDF Print E-mail
Written by Sudibyo   
Friday, 22 January 2010 00:47
Harian Kompas yang terbit di Jakarta tanggal 1 Desember 2009 menulis, bahwa dalam sebuah Seminar tentang “Advokasi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan Indonesia”, yang diselenggarakan oleh sekelompok aktivis sehari sebelumnya, Ikrar Nusa Bhakti (IBN) seorang peneliti senior dari LIPI dalam  mengomentari kendala Reformasi TNI mengatakan, ”Yang paling susah adalah budaya dan tingkah laku militeristik”. Sementara itu, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo (AW) yang pernah menduduki beberapa jabatan teras di Mabes TNI, dalam Seminar tentang “Advokasi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan Indonesia” tersebut diatas mengatakan, bahwa “Ada beberapa agenda reformasi TNI yang belum tuntas, diantaranya adalah transformasi pola pikir Dwifungsi TNI dari penjaga bangsa menjadi pola pikir TNI sebagai tentara professional untuk pertahanan sesuai mandat konstitusi”.
Last Updated on Friday, 22 January 2010 01:00
Read more...
 
«StartPrev123NextEnd»

Page 1 of 3