Politik
DEMOKRASI YANG COCOK BAGI BANGSA INDONESIA PDF Print E-mail
Thursday, 19 August 2010 06:21
Sayidiman SuryohadiprojoLetjen TNI (Purn) Pendahuluan.

Bangsa Indonesia pada hari ini memperingati ulang tahun Proklamasi Keerdekaannya  ke 65. Pada hari bahagia ini penulis terlebih dahulu menyampaikan Selamat Ulang Tahun kepada seluruh bangsa Indonesia dengan rasa keharuan mengingat perjuangan kita untuk mencapai dan membela kemerdekaan bangsa yang tidak ringan dan banyak pengorbanan.

Dalam perjuangan kita itu telah tercapai banyak keberhasilan, khususnya kemampuan kita menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia terhadap segala usaha dari luar dan dalam negeri untuk meniadakan kemerdekaan kita.

Akan tetapi dengan rasa prihatin harus kita akui bahwa masih banyak yang belum berhasil kita lakukan, khususnya belum terwujudnya Pancasila Dasar Negara RI sebagai kenyataan dalam kehidupan bangsa. Demikian pula masih luasnya kemiskinan meliputi kehidupan rakyat Indonesia. Juga belum terwujud kehidupan demokrasi yang cocok sehingga turut menjadi sebab penting  rendahnya kesejahteraan bagi rakyat unumnya.

Tulisan ini bermaksud menguraikan tentang Demokrasi yang harus kita tegakkan, Demokrasi yang cocok bagi bangsa Indonesia sehingga mendukung terwujudnya Tujuan Nasional, yaitu tercapainya Masyarakat yang Adil dan makmur  berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.     

 
Read more...
 
Pulau Jemur Riau Diklaim Bagian dari Selangor PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 01 September 2009 09:02

Selasa, 01 September 2009 | 12:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Belum reda kasus Tarian Pendet, kini Malaysia memasukkan Pulau Jemur di Propinsi Riau ke dalam peta wisata.

Sebuah situs http://www.traveljournals.net/explore/malaysia menyebutkan bahwa Pulau Jemur yang terletak di Negara Bagian Selangor, Malaysia, tersebut merupakan destinasi wisata.
Menurut juru bicara pemerintah provinsi Riau Zulkarnain Kadir informasi yang ada di situs tersebut sangat menyesatkan. Sebab Pulau Jemur masuk ke dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang dilengkapi sarana dan prasarana pemerintahan.

"Di Pulau Jemur sudah ada infrastruktur dan menjadi andalan wisata Riau" ujarnya kemarin.

Karena itu, jelas Zulkarnain, klaim Malaysia terhadap Pulau Jemur sangat merugikan bisnis wisata Indonesia.

Pulau Jemur terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Letaknya sekitar 72,4 km dari Bagan Siapi-api dan 64,3 km dari Pelabuhan Klang di Malaysia. Pulau ini sebenarnya terdiri dari 9 pulau, di antaranya Pulau Jemur, Tokong Emas, Tokong Simbang dan Labuhan Bilik.

Pulau Jemur terkenal dengan panorama alam seperti pantai berpasir putih dan sebagai habitat penyu hijau. Perairan di sekitar pulau ini terkenal sebagai daerah penghasil ikan.

Pulau Jemur tidak berpenghuni dan hanya menjadi tempat persinggahan bagi nelayan yang sedang melaut. Sebuah pos TNI-AL didirikan di pulau ini untuk kepentingan pengamatan dan navigasi.

 
Soal Ambalat, Pemerintah RI-Malaysia masih Berunding PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 29 May 2009 14:37
Kamis, 28 Mei 2009 17:48 WIB     
Penulis : Shanty
Persiapan Kapal TNI-AL ke AmbalatJAKARTA--MI: Masalah yang terjadi di Ambalat antara Malaysia dan Indonesia masih dalam perundingan guna mencapai kesempakatan bilateral. Perundingan dilakukan antara Presiden RI dengan Perdana Menteri Malaysia.

Demikian dikatakan Dubes Indonesia untuk Malaysia Dai Bachtiar di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisain) Jakarta, Kamis (28/5). Masalah Ambalat akan diselesaikan dalam perundingan. "Perundingan itu masih berjalan. Jadi, kalau sekarang dikatakan ada pelanggaran dan sebagainya, itu sudah masuk dalam perundingan," ujar Dai.
Last Updated on Friday, 29 May 2009 14:44
Read more...
 
SBY-Boediono: Makin Cepat Makin Ambrol PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 27 May 2009 05:18
Jumat, 22 Mei 2009 | 16:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, mengkritik balik calon presiden dari Partai Golkar dan Partai Hanura, M Jusuf Kalla, terkait proyek monorel di Jakarta beberapa waktu lalu. Kalla merupakan salah satu orang yang terlibat dalam proyek tersebut.

"Lihat proyek monorel sekarang ini tinggal tiangnya saja. Asal cepat tapi makin ambrol," ujar Rizal, yang mengaku berbicara mewakili SBY-Boediono, kepada para wartawan, Jumat (22/5) sore di Rumah Makan Ubud Bali, Jakarta.

"Ini ironis, karena justru dia (Kalla) yang memberikan proyek tersebut kepada pihak swasta tertentu." Hal ini sekaligus menanggapi pernyataan Kalla yang menyebut Boediono sebagai sosok yang lamban dalam mengerjakan proyek monorel. Waktu itu, Boediono masih menjabat sebagai Menko Perekonomian pada Kabinet Gotong Royong.

Rizal melanjutkan, saat itu, sebagai Menko Perekonomian, Boediono justru hendak berpegang teguh pada peraturan yang menyatakan negara berkuasa penuh terhadap pemberi jasa transportasi publik.

 
Fuad Tuduh Boediono Biangnya Neolib PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 27 May 2009 05:09

Sabtu, 23 Mei 2009 | 10:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terpilihnya Boediono sebagai cawapresnya SBY masih menyisakan kontroversi sampai saat ini. Ia dituduh sebagai antek neoliberalisme.

"Boediono itu biangnya neolib," ungkap juru bicara Tim Kampanye JK-Win, Fuad Bawazier, saat diskusi "Antara Neoliberal dan Ekonomi Kerakyatan" di Jakarta, Sabtu (23/5).

Lebih lanjut Fuad menyebutkan alasan kenapa disebut sebagai pro-neoliberal. Katanya, ini tampak dari privatisasi BUMN, tidak mementingkan ekspor kerakyatan dengan mendukung ekspor rotan mentah, dan mengagung-agungkan pasar modal atau pasar saham dan bukan pasar kerakyatan.

"Semuanya dilakukannya saat menjadi menteri keuangan dan menko perekonomian," ungkap Fuad. Berbeda dengan JK. "Kalau Pak JK bicara pasar berarti pasar rakyat (tradisional) bukan pasar modal (seperti Boediono)," tutur Fuad.

Last Updated on Wednesday, 27 May 2009 05:14
 
«StartPrev1234NextEnd»

Page 1 of 4