Tajuk
Perubahan Pasal 18 UUD 1945 PDF Print E-mail
Wednesday, 01 December 2010 07:18

“Wilayah Negara Hasil Perjuangan Proklamasi Dihapus dari Pasal 18 UUD 1945, Diganti Dengan Hasil Konvensi Hukum Laut”

 (Adi Sumardiman mantan anggota MPR 1987-1997)

 Muhammad Yamin dengan judul “Daerah Kebangsaan Indonesia” mengemukakan pendapatnya di muka Rapat Badan Persiapan Kemerdekaan, pada tanggal 31 Mei 1945: “wilayah negara hasil perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sedikit-dikitnya meliputi semua wilayah ex Hindia Belanda dahulu”.

Yang mana “semua wilayah ex Hindia Belanda ?”

Baca Selengkapnya ...
 
Artikel Baru PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 01 October 2009 14:08

Ada artikel baru, dalam rangka menyambut pelantikan anggota DPR yang terhormat, untuk masa 2009-2014. Artikel ini untuk mengingatkan kita betapa banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini, dan betapa kepedulian para wakil rakyat kita yang terhormat terhadap persoalan bangsa.

Tulisan ini adalah sumbangan dari bapak Adi Sumardiman, yang tulisannya sudah banyak dimuat di website kita ini. Beliau lebih suka dengan nama samaran dalam penyebutan nama penulis.

Mudah-mudahan artikel ini bisa terbaca juga oleh para wakil rakyat kita, dan semoga tuntutannya untuk memakmurkan sebagian dari rakyat (siapa lagi - kalau bukan para wakil rakyat) tidak berlebihan.

Selamat membaca.

 
KATA SAMBUTAN SEKJEN PADA ULANG TAHUN FOKO KE-10 PDF Print E-mail
Thursday, 27 August 2009 07:26

Peringatan 10 Tahun Forum Komunikasi Purnawirawan TNI – POLRI
Cawang Kencana 18 Agustus 2009


 Suasana gembira bahagia amat terasa saat ini. Pertama, kemarin 17 Agustus 2009 kita merayakan hari ulangtahun NKRI ke 64. Dirgahayu NKRI semoga Tuhan YME memberi kekuatan dan bimbingan agar bangsa Indonesia dapat mengatasi segala kesulitan yang dihadapi dan semoga bangsa Indonesia maju, sejahtera, mandiri, berdaulat, dan bermartabat. Kedua, kita baru saja melaksanakan pemilu 2009. Alhamdulillah pemilu 2009 berlangsung tenang, aman, dan damai, walau terdapat kelemahan dan kekurangan. Lebih melegakan kita, semua keputusan Mahkamah Konstitusi tentang klaim yang diajukan pasangan MEGA-PRO dan JK-WIN dapat diterima oleh kedua pasangan tersebut. Luar biasa, suatu keikhlasan demi bangsa dan Negara. Salut dan hormat untuk ibu Mega dan bapak Prabowo, bapak Jusuf Kalla dan bapak Wiranto. Ketiga, keberhasilan POLRI menumpas dan membongkar jaringan teroris yang mencekam dan mencemarkan nama baik Indonesia walau gembong utamanya Nurdiin Malaysia Top belum tertangkap. Insya Allah aksi teroris di Indonesia akan dapat ditumpas oleh POLRI dimana jaringan mereka semakin terbuka dan dikuasai POLRI. Untuk itu kita ucapkan selamat kepada POLRI khususnya Dentasemen 88 atas prestasi yang dicapai. Keempat ; Tak terasa – FOKO telah berusia 10 tahun; semoga Foko tetap mampu membawa aspirasi para Purn, dan semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
 Dalam memperingati hari jadi selalu kita melihat atau introspeksi apa yang sudah / belum kita kerjakan. 
Sebelumnya izinkan saya sedikit menjelaskan apa – siapa forum komunikasi purnawirawan itu, karena masih banyak orang yang bertanya-tanya.
Forum ini bermula dari pertemuan akbar pada 15 Mei 1999 di Balai Soedirman dihadiri lebih kurang 1300 Purn. TNI – POLRI dalam rangka menanggapi situasi nasional yang amat merisaukan waktu itu, akibat euforia reformasi yang penuh emosional. Seruan purnawirawan yang ditujukan kepada masyarakat luas sebagai hasil pertemuan tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat luas. 
Sebagai lanjutan dari pertemuan tersebut diatas, pada tanggal 14 Agustus 1999 juga di Balai Sudirman lebih kurang 200 Purn. TNI – POLRI senior berkumpul dan bersepakat membentuk forum perjuangan bersama dengan nama Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-POLRI disingkat FOKO. 
Oleh karena itu FOKO bukanlah organisasi baru bagi purnawirawan. FOKO adalah wadah perjuangan para purnawirawan melengkapi peran organisasi-organisasi pejuang yang sudah ada. 
Dalam memperingati 10 tahun FOKO kita sengaja memilih tanggal 18 Agustus 2009 karena tanggal 18 Agustus 1945 termasuk hari bersejarah yaitu hari lahirnya UUD 1945.
 FOKO lahir ditengah-tengah euforia reformasi dimana kepedulian terhadap bangsa, negara, dan almamater (TNI- POLRI) menjadi komitmennya. Keinginan untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik (tujuan reformasi); berupa upaya amandemen UUD 1945 menarik perhatian para purn. Logikanya untuk mengamandemen suatu UUD (hukum dasar) diperlukan waktu cukup dan suasana tenang. Padahal waktu itu kita sedang dilanda krisis luar biasa berat. 
Apa yang dikhawatirkan para purnawirawan, ternyata benar dimana UUD 1945 (hasil perubahan) telah diwarnai oleh paham individualisme-liberalisme sehingga UUD 1945 (hasil perubahan) tidak lagi sesuai dengan jiwa dan semangat “Pembukaan”. Oleh karena itu UUD 1945 (hasil perubahan) adalah UUD baru (pengganti UUD 1945) dan sebenarnya tidak dapat disebut UUD 1945.
 Orang mulai sadar bahwa UUD 1945 (hasil perubahan) banyak kelemahan, kacau, dan sebagainya. Dan mulai ramai terdengar desakan agar UUD 1945 (hasil perubahan) dikaji ulang kembali.
 Beberapa contoh : demokrasi Indonesia, adalah demokrasi perwakilan, kini dirubah menjadi demokrasi langsung. MPR wujud rakyat berdaulat, suatu bentuk demokrasi khas Indonesia dihapus. Sekarang tidak ada lagi lembaga tertinggi negara yang dapat mengatasi keadaan bila terdapat perbedaan pandang antara lembaga-lembaga tinggi negara. GBHN dihapus. Sekarang tidak ada lagi jaminan pembangunan yang terarah dan berlanjut. Banyak contoh kacau lain, barangkali nanti akan terungkap pada acara diskusi 

64 tahun NKRI
 Sejak lahirnya; Republik ini tidak pernah sepi dari pertentangan ideologi. Sebagian besar usianya (lebih 50 tahun) habis terbuang untuk mengatasi berbagai pergolakan bersenjata sebagai kelanjutan dari pertentangan ideologi. ORBA berhasil meredam pertentangan ideologi dengan diterimanya Pancasila sebagai satu-satunya azas bagi ORMAS-PARPOL. Namun dengan diterapkannya sistem yang sentralistis ke Bhineka Tunggal Ika-an dan rasa keadilan terusik.
 Makna kemerdekaan belum sepenuhnya dinikmati. Sebagian besar rakyat masih menderita dan miskin. Pertanyaan klasik muncul selalu “Mengapa negeri yang indah dan kaya akan sumber alam tidak mampu mensejahterakan rakyatnya?” mengapa…..? ada apa dengan bangsa ini?
 Agaknya Pertama: kita lupa untuk apa kita merdeka, Kedua : kita lupa / inkar terhadap amanah para pendiri bangsa.
 Reformasi dan globalisasi telah membawa perubahan di negeri ini. Suasana demokratis tumbuh dan berkembang luar biasa dan kita disebut sebagai negara yang paling demokratis. Namun demikian kita perlu waspada terhadap ancaman yang lebih besar yaitu paham Individualisme-Liberalisme yang berbeda jauh dengan kepribadian kita bangsa Indonesia
 
Read more...
 
Website FOKO PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 01 March 2009 22:01

Website ini dibuat untuk sarana menyampaikan berbagai pemikiran dan gagasan dari Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri (FOKO). Dengan adanya website ini maka FOKO dapat mengkomunikasikan kepada masyarakat Indonesia umumnya, serta kalangan internal khususnya tentang hal-hal yang perlu disampaikan.

Demikian pula dengan komponen bangsa Indonesia lainnya, diharapkan dapat lebih baik saling berhubungan secara sehat, sehingga apa yang dicita-citakan oleh para pendahulu kita dapat kita tindak lanjurti dengan baik, dengan saling pengertian yang labih baik antara kita, dan  menuju masyarakat yang madani dalamarti yang seluas-luasnya.

Untuk itu mohon peran sertanya untuk mengisi artikel yang menjadi "content" dari website ini. Berbagai kategori artikel telah kita siapkan wadahnya, antara lain meliputi Ideologi, politik, ekonomi, opini.

Demikian, semoga membawa manfaat bagi kita semua.